Menjadi Guru Hebat di Zaman Now
Resume Materi by Om Jay
Guru Masa Depan? What is that?
Doa, Usaha, Iman dan Takwa
Literally and figuratively
Landasan pertama dalam membentuk guru masa depan adalah dengan tarbiyah akidahnya. Sebagaimana hadits bahwa semua amalan berawal dari niat. Di sinilah ujung pangkal pembentukan karakter yang siap menghadapi tantangan apapun. DUIT ini mengumpulkan semua aspek rohaniyah dari guru. Guru yang rutin menjalankan prinsip ini akan lebih ikhlas dalam mengajar. Dengan keikhlasan itu, insya Allah ilmu yang disampaikan akan berkah dan bermanfaat bagi pendidik dan peserta didiknya.
Berani BASAH
Belajar Sepanjang Hayat
Belajar tidak harus berhenti hanya karena sekarang sudah berprofesi sebagai pengajar. Bukan karena gelar sudah di tangan lalu kita jadi serta-merta berhenti belajar. Haus akan ilmu pengetahuan, wawasan baru, pengalaman baru, lingkungan baru, menjadi hal yang harus tetap dirasakan oleh guru. Tetap belajar untuk mengajar.
Kuasai PAIKEM
Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan
PR terbesar bagi guru adalah menciptakan atmosfer pembelajaran yang mengkondisikan siswa siap menerima pembelajaran dengan efektif. Maka guru harus mampu mengkreasikan pemaparan materinya sedemikian rupa sehingga tercipta PAIKEM. Tidak pernah berhenti berkreasi, tetap menciptakan strategi baru, meracik metode baru untuk kenyamanan muridnya. Improvise. Adapt. Overcome.
Harus METAL
Melek Digital
Zaman Now yang daritadi digaung-gaungkan merujuk pada keadaan zaman sekarang yang perkembangan IT begitu pesat. Anak-anak zaman now membutuhkan skill set yang berbeda dengan dengan anak-anak zaman then. Generasi Z (sebutan untuk anak yang lahir di atas tahun 2000) disajikan keterbukaaan informasi pada level yang sebelumnya tidak pernah terjadi. Ketersediaan informasi itu belum diiringi dengan kematangan karakter anak dimana perkembangan otaknya belum mampu untuk menyaring mana informasi yang akan membawa dampak positif dan mana yang berdampak negatif.
Sebagai adult in the room, guru yang kemampuan IQ, EQ, dan ESQnya sudah matang, kitalah yang menjadi filter ini. Karena itu gurunya tidak boleh gaptek alias gagap teknologi. Jangan sampai ketidakmampuan kita dalam mengikuti arus perkembangan digital menggagalkan kita menjadi filter yang baik.
That's just a teaser...
7 poin lagi akan ditambahkan ketika niat menulis muncul lagi. Untuk sekarang, writer block menghalangi postingan ini siap dipublish.
Komentar
Posting Komentar